"Apabila Allah izinkan berlaku, pasti ada didikan yang Allah hendak sampaikan.Maha suci Allah daripada membuat sesuatu dengan sia-sia"

Tuesday, October 30, 2012

Waspada Terhadap Isteri - Anak - Harta

Untuk bacaan para suami terutama suami yang kita sayangi...

(سورة التغابن)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِن تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ (١٤) إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ (١٥) فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنفِقُوا خَيْرًا لِّأَنفُسِكُمْ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (١٦) إِن تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ (١٧) عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (١٨)(At-Taghaabun 64:14-18)

Terjemahan:
(14) Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang.

(15) Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); di sisi Allah lah pahala yang besar.

(16) Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengar serta ta’atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

(17) Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.

(18) Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Sebab Turun Ayat:

Dari Ibnu Abbas (ra) katanya: Ayat ini (Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu yang menjadi musuh bagimu) diturunkan pada suatu kaum dari penduduk Mekah yang baru memeluk Islam dan mereka ingin mendatangi Rasulullah sallallahu alaihi wasalam (untuk menuntut ilmu agama), tetapi isteri dan anak-anak mereka melarang berbuat demikian. Dan setelah mereka mengetahui bahwa rakan-rakan mereka telah banyak mengetahui selok-belok agama, maka mereka bercadang untuk mendera dan menyiksa isteri dan anak-anak mereka, maka turunlah ayat berikut [dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka)]
[Dikeluarkan oleh Tarmizi, Al-Hakim dan Ibnu Jarir]

Tafsiran Ayat:
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka

Allah SWT menjelaskan dalam ayat ini bahwa ada di antara isteri-isteri dan anak-anak kita yang menjadi musuh kita. Betapa tidak, karena ada di antara mereka yang suka menghalang kita untuk bertaqarrub kepada Allah dengan mentaatNyadan berbuat amal saleh yang akan memberi manfaat kepada kitadi hari Akhirat.

Malahan tidak jarang pula ada di antara mereka justeru mendorong kita melakukan bermacam jenayah untuk kepuasan nafsu mereka seperti rasywah, menipu dan lain-lain. Dan kadang-kadang juga karena sikap sesetengah isteri, akhirnya hubungan kita dengan ibubapa dan kaum kerabat menjadi renggang dan putus.

Hanya saja yang kita mesti sadari ialah bahwa tidak semua isteri dan anak yang berperangai demikian. Allah SWT sengaja dalam ayat di atas menggunakan huruf ‘Min’ sebelum kata ‘Azwaajikum wa Aulaadikum. Huruf Min membakwa makna sebahagian atau segelintir (Littab’iidh). Jadi bukan semua mereka.Malahan kebanyakan mereka adalah teman karib dan penolong serta penasehat yang sangat berguna.

Dan ayat ini juga tidak menafikan kemungkinan sebaliknya yang berlaku iaitu ada di antara suami dan anak yang justeru menjadi musuh bagi isteri/ibunya. Ada juga suami yang tidak bertanggungjawab, tidak adil, tidak memberi saraan hidup yang cukup, bukan saja tidak membimbing isterinya malahan melarang isterinya mengikuti kelas-kelas bimbingan agama dan lain-lain lagi.

Dan selanjutnya kita disuruh oleh Allah SWT agar selalu waspada dan berhati-hati terhadap isteri dan anak-anak kita. Ini tidak bermakna kita disuruh agar saling mencurigai dan saling tidak mempercayai sebab ini dapat merosak keharmonian hidup berumahtangga.

Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang

Sekiranya perkara tersebut memang berlaku, kita disuruh oleh Allah agar memaafkan, mengampuni kesalahan mereka dan tidak bersikap kasar atau mendera mereka. Sikap demikianadalah lebih baik dan lebih terpuji bagi kita karena Allah Maha Penyayang terhadap kita dan mereka. Dan Allah tentunya akan memberi kita ganjaran sesuai dengan sikap kita (Al-Jazza Min Jinsil ‘Amal).

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)

Fitnah maknanya cobaan atau ujian. Berdasarkan ayat ini rupanya harta dan anak yang kita miliki sebenarnya hanyalah cobaan dari Allah untuk menguji kita, apakah kita termasuk orang yang pandai bersyukur atau justeru sebaliknya yang karena harta dan anak akhirnya kita menjadi orang yang lupa kepada Allah?

Berhati-hatilah selalu, jangan sampai terpedaya. Harta dan anak hanyalah perhiasan hidup di dunia ini (Al-Kahf :46). Dan tabiat perhiasan hanyalah sementara, bukan kekal. Pandai-pandailah mempergunakan perhiasan tersebut. Harta dan anak boleh menguntungkan jika kita pandai mempergunakannya, bukan hanya keuntungan duniawy tetapi juga keuntungan ukhrawy.

Dalam ayat ini Allah SWT mendahulukan “Harta” daripada “Anak” karena Fitnah Harta lebih berbahaya daripada Fitnah Anak. Ini sebagaimana Firman Allah:

كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَى (٦) أَن رَّآهُ اسْتَغْنَى (٧)
Artinya: Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.
(Al-‘Alaq 96:6-7)

Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) bersabda:

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةٌ ، وَإِنَّ فِتْنَةَ أُمَّتِى اْلمَالُ
Artinya: Sesungguhnya tiap-tiap umat ada fitnahnya, dan fitnah umatku adalah harta.

[Dikeluarkan oleh Ahmad, Thabarny, Al-Hakim dan Tarmizi daripada Ka’ab Bin ‘Iyadh]

Dan barangkali ini jugalah sebabnya mengapa Allah SWT sentiasa mendahulukan “Jihad Dengan Harta” dari “Jihad Dengan Jiwa”. Ini seperti firman Allah:

تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: Kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan hartamu dan jiwamu.
(Ash-Shaaf 61:11)

Di sisi Allah lah pahala yang besar

Jika kecintaan dan ketaatan kita kepada Allah SWT dapat mengatasi kecintaan kita kepada kehendak anak dan harta; dan kita tidak akan melakukan maksiat karena desakan anak ataupun dorongan harta. Di sisi Allah tersedia ganjaran yang besar.

Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengar serta ta’atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu

Dalam ayat ini Allah SWT menyuruh kita agar melaksanakan suruhanNya sesuai dengan kesanggupan kita. Allah tidak suka menyusahkan hamba-hambaNya. Hanya di sini kita disuruhNya agar selalu mendengar suruhanNya dan suruhan RasulNya, lalu melaksanakannya berdasarkan kemampuan masing-masing dan jangan sekali melanggar laranganNya.

Dan selanjutnya Allah menyuruh kita menafkahkan atau membelanjakan sebahagian dari rezki yang Allah telah berikan kepada kita untuk fakir miskin dan orang-orang yang berhajat kepadanya dengan hati yang ikhlas demi kebaikan agama dan umat serta kebahagiaan dunia dan akhirat.

Jika yang demikian itu kita lakukan niscaya ia adalah lebih baik untuk diri kita daripada harta dan anak-anak. Ayat ini mengandungi dorongan supaya kita suka membelanjakan sebagian harta kita kepada jalan Allah. Kemudian ditambah pula dengan dorongan berikut:

Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung

Siapa yang berusaha menjauhkan dirinya daripada sifat bakhil dan tamak haloba dengan harta, maka ia akan mendapat apa yang diingainkannya di dunia ataupun di akhirat. Di dunia ia akan dihormati dan dikasihi oleh manusia, sedangkan di akhirat pula menunggu ganjaran yang besar dari Allah untuknya.

Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu

Ayat ini merupakan kemuncak dorongan agar kita memiliki sifat gemar menafkahkan sebahagian harta kepada orang yang berhajat kepadanya. Sekiranya kita membelanjakannya dengan ikhlas dan rela hati niscaya Allah akan memberi ganjarannya berlipat ganda daripada 10 hingga 700 ganda kebaikan.

Malahan bukan hanya itu, selain lipat ganda ganjaran, Allah juga berjanji akan mengampunkan kesalahan-kesalahan kita.

Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun

Allah akan memberi ganjaran berlipat ganda di atas amal saleh yang mereka lakukan. Sedangkan terhadap maksiat yang mereka lakukan, Allah SWT tidak segerakan azabnya tetapi ditangguhkan azabnya di akhirat nanti.

Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

Segala perbuatan manusia adalah dalam pengetahuan Allah. Tidak satupun luput dariNya walaupun sebesar zarrah (atom), apakah amalan itu dilakukan secara terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi.

Lagi-lagi ayat ini mengandungi dorongan serta berita gembira kepada orang yang suka menafkahkan hartanya kepada jalan Allah. Mereka tidak perlu khawatir atau bimbang amal mereka akan sia-sia, walaupun amalan mereka itu tidak mendapat sanjungan atau ucapan terima kasih dari manusia yang menerimanya.

Kesimpulannya:

1. Para suami disuruh agar waspada terhadap isteri dan anak-anaknya karena ada di antara mereka sebenarnya musuh.
2. Para suami disuruh supaya memaafkan kesalahan dan tidak bersikap kasar terhadap isteri dan anak-anak mereka.
3. Harta dan anak sebenarnya fitnah (cobaan) Allah untuk menguji kita, apakah pandai bersyukur atau sebaliknya.
4. Allah menyuruh kita melakukan perintahNya sesuai dengan kesanggupan kita. Sila lihat makalah: Azimah Dan Rukhsah.
5. Orang yang suka menafkahkan sebahagian hartanya pada jalan Allah dengan hati yang ikhlas, maka ia akan mendapat ganjaran berlipat ganda dan pengampunan dosa.

Sumber : http://www.al-nidaa.com.my/seruan/index.php/makalah/al-quran/279-waspada-terhadap-isteri-anak-harta

Tiada yang sia-sia...

Hidayah perlu dicari


Allah telah berfirman di dalam Al-Quran: “….Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum itu sehingga mereka sendiri mengubah nasib mereka….” (Ar-Ra’du:11)

Alhamdullillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah..

Syukur Alhamdullillah masih diberi peluang menulis ...Terima Kasih Allah

Alhamdullillah syukur dengan hari kemenangan...bersederhana tapi meriah..syukur juga kerana boleh berkongsi kebahagiaan...

Saya ingin menulis dengan hati...niat di hati kerana hati yang merasainya...
Selalunya apabila apabila kita diberi ujian...kita akan belajar...belajar dari kesilapan..dan sesekali..berkatalah dengan diri sendiri walaupun ujian yang paling getir itu sebenarnya adalah ujian kesenangan..berkata la kita Ya Allah...kau berikanlah kami hidayah dan taufik, tunjukanlah jalan yang lurus, ampunilah dosa-dosa kami yang selalu mengkhianati diri sendiri....

Kita tak tahu bila seru itu akan datang, yang pasti seru kematian setiap hari melawat kita, Subhanallah,

Bersyukur kerana Allah masih izinkan saya menikmati nikmatnya...satu ujian yang datang pasti nikmat Allah yang tidak mampu diukur...Subhanallah!

Alhamdullillah..syukur dengan nikmat Allah kurniakan kepada saya iaitu membaca...sememangnya...saya sangat suka membaca especially buku-buku motivasi islamik...Apabila sudah berumah tangga..pasti ilmu rumahtangga yang dicari...apabila nak dapat anak...ilmu tentang anak!

Saya berkira-kira untuk mengaku saya seorang yang sabar...kerana saya dilahirkan dan dibesarkan dengan semestinya mengalah yang mungkin selalu berpihak kepada saya...dalam masa yang sama yang dimanjakan..kebanyakkan permintaan saya selalu ditunaikan...Alhamdullillah dengan ujianlah saya dapat mengukur kesabaran saya dengan tidak memandang setiap masalah yang diuji tetapi menjadi ianya lebih bermotivasi berjaya dalam situasi ujian itu...kritikan dari suami dan anak perempuan..mommy memang manja!

Syukur dalam adanya benci..Allah kurniakan kasih sayang!

Antara ujian kerjaya saya perlu hadapi..dan keperluan keluarga yang saya pilih.....Hidup ini kita yang pilih dan Allah tahu apa yang kita tidak ketahui...

Hakikatnya saya bukanlah seorang yang berjaya dalam kerjaya...kerana saya lebih memilih keluarga nombor 1...selama bekerja 13 tahun..pelbagai kerja saya rasa..mana mungkin awak semua berfikir saya perlu naik towing lorry untuk bawakan pakcik apek yang tidak tahu tentang erti safety!

Hakikatnya...saya selalu berdoa kepada Allah selalu mencukup rezeki... suatu hari saya rasa saya adalah insan yang selalu terpilih..walaupun saya bukan bergaji tinggi...tetapi saya tidak memiliki hutang...

Hakikatnya, setiap hari saya berdoa supaya saya boleh menjaga sendiri anak saya..hantar diorang ke sekolah.dan semesti duit masuk ke dalam akaun tanpa saya perlu bersusah payah menghadapi kesibukan jalan raya...hehe..saya pergi kerja naik LRT...Allah juga kurniakan saya seorang pembantu...

dan untuk saya ini adalah ujian yang perlu saya hadapi untuk berjaya didunia dan akhirat...saya juga tidak mampu...dan Hidayah yang saya mahukan..saya mencarinya...apabila suatu hari saya masih mengambil mudah tentang aurat..saya perlu berubah!

Dan saya perlukan taufik!
Ya Allah, jangan kau biarkan masa depan kami ditentukan oleh diri kami sendiri,
Walaupun cuma sekelip mata....

Tiada KPI yang no 1, Allah,Allah,Allah

Aku bersyukur diuji ..Alhamdulillah

Ustaz Azhar cakap” hidayah perlu dicari…umpama makan…kalau tak cari tak dapat la makan….Maksiat perlu dielakkan…tanda solat tak betul contohnya melalui bacaan iaitu kita masih buat maksiat…nauzubillah!




Masih mencari mood

MasyaAllah....lama dah tak update rupanya...kali ni nak update secara tak formal, saya ada cuma
  • Biasa der, suami ada kat rumah...so memang buat-buat sibuk...kan suami suka manja-manja....suami cakap okey, memang naluri lelaki...perlu isteri bercakap baik-baik tak nak membebel der... :P
  • Tetiba jadi ibu yang sangat cemerlang, berusaha setiap hari nak masak :P , nak air tangan mak..
  • Anak-anak sibuk nak exam...so memang kena fokus, InsyaAllah akhir tahun ni Abang danish dan Ameera dapat naik pentas....Terima kasih atas doa der!
  • Fokus dengan kerja...supaya dapat balik pukul 5 selalu
  • Tak ada masa nak story kat blog sebab ceritanya dah basi...lagi kawan baik saya aka suami saya ada disisi....hehe
  • Fokus dengan usaha melatih anak-anak solat, masyaAllah sangat kagum dengan suami yang setiap pagi angkat anak dara tunggu sampai ke bilik air sehingga la solat...I wish saya juga bersabar....dalam mendidik anak...macam mak dia dulu....anak perempuan penuh dengan emosi...saya adalah anak bongsu yang ditatang umpama minyak yang penuh...anak dara saya d only one i have....love u dear...lillahitaala!
  • Saya rasa 24 jam itu tak cukup ....Ya Allah mudahkan urusan saya jangan dibiarkan walau sekelip mata
Last but not least saya ada banyak story nak share, masih mencari mood dan manage my time...semoga kita dirahmati dan diberkati Allah, InsyaAllah

"Ya ALLAH
Bila ada sahabat kami, yang
bersedih berikanlah kebahagiaan
untuknya

Ya ALLAH
Bila ada sahabat kami, ada yang
terluka jadikanlah lukanya awal
dia jadi bijaksana

Ya ALLAH
bila ada sahabat kami yang
sedang jatuh cinta…jagalah
hatinya sesuai kehendakMU

Ya ALLAH
Lindungilah kami dari jalan yang
tidak ENGKAU redhai…

AMIN…"

Sumber http://pakarcinta.com/blog/doa-untuk-sahabat/

p/s; Der adalah ayat wanna  bila dia selalu message...
 
http://www.blogger.com/html?blogID=2027570807175056515






/9c71b47e.gia>